Agama Islam
Iman
Kepada Qadha dan Qadar Allah
Alifia Iqbal
Kelas 9.6
SMP Negeri 6 Pekanbaru
Tahun Pelajaran 2013/2014
Daftar Isi :
A. Pengertian Iman
B. Pengertian
Qadha
C. Pengertian
Qadar
D. Pengertian
Beriman kepada Qadha & Qadar
E.
Ciri-Ciri
Beriman kepada Qadha & Qadar
F. Hubungan
Antara Qadha & Qadar
G. Contoh
Qadha & Qadar
H. Dalil
Naqli tentang Iman kepada Qadha &
Qadar
Iman Kepada Qada dan Qadar
A.
Pengertian
Iman
Iman adalah meyakini dengan sepenuh hati.
B.
Pengertian
Qadha
Qadha secara bahasa (etimologi) artinya memutuskan atau menetapkan.
Adapun secara istilah (terminologi)qadha adalah ketetapan Allah kepada setiap
makhluk-Nya yang sifatnya azali.
C.
Pengertian
Qadar
Qadar dari segi bahasa berasal dari kata qadara yang artinya memutuskan suatu perkara (hal). Adapun secara
istilah qadar adalah keputusan Allah yang terjadi pada diri seseorang
berdasarkan ketetapan dan usaha serta doa yang dilakukan orang tersebut.
D.
Pengertian
Beriman kepada Qadha & Qadar
Beriman kepada qadha dan qadar Allah adalah meyakini bahwa Allah
telah menetapkan segala sesuatu bagi seseorang, tetapi Allah berkuasa mengubah
ketetapan-Nya apabila orang tersebut berusaha dengan sungguh-sungguh dan berdoa
dengan khusyuk.
E.
Ciri-Ciri
Beriman kepada Qadha & Qadar
Orang yang beriman kepada qadha dan qadar Allah Swt. memiliki
ciri-ciri yang tercermin dalam perilaku kehidupan sehari-harinya. Adapun
ciri-ciri orang yang beriman kepada qadha dan qadar Allah, yaitu diantaranya:
·
Selalu
optimis dalam menghadapi berbagai cobaan hidup dan tidak mudah putus asa jika
mengalami kegagalan, karena ia sadar bahwa manusia hanya diberi kewajiban untuk
berusaha, akan tetapi Allah yang menentukan hasilnya. Namun, kegagalan tidak membuatnya
diam sehingga tidak berusaha lagi, tetapi terus berusaha secara maksimal.
·
Tidak
sombong ketika memperoleh keberhasilan atau kebahagian, karena keberhasilan
tersebut merupakan atas kehendak Allah melalui jalan usaha atau ikhtiarnya.
·
Selalu
mensyukuri karunia Allah atas nikmat Allah yang telah diterimanya.
·
Selalu
sabar dan tawakal terhadap berbagai keadaan yang menimpa dirinya karena ia
sadar bahwa dirinya tidak akan memiliki kekuatan tanpa pertolongan dari Allah
Swt.
·
Senantiasa
berdoa memohon petunjuk dan pertolongan-Nya.
·
Hidupnya
merasa tenang dan tentram karena ia yakin bahwa setiap peristiwa yang
dialaminya merupakan ketentuan Allah Swt.
·
Senantiasa
berpikir maju dan dinamis dalam mempersiapkan kehidupan, baik di dunia atau di
akhirat.
·
Iman dan
takwanya kepada Allah Swt. semakin kuat.
F.
Hubungan
Antara Qadha & Qadar
Qadha dan qadar memiliki hubungan yang saling melengkapi yaitu jika
qadha lebih menggambarkan aspek perencanaan dan penentuan atas penciptaan
terhadap segala sesuatu, contohnya terciptanya langit dan bumi dengan semua
isinya, terciptanya manusia dengan semua ketentuannya, seperti rezeki, jodoh,
umur dan nasib yang akan menimpa dirinya. Sedangkan qadar adalah batasan atau
ukuran serta hukum-hukum yang harus ada pada setiap ciptaan yang direncakan
itu, contohnya manusia diberi akal oleh Allah Swt. untuk berpikir, apabila
seorang pelajar rajin dan bersungguh-sungguh belajar serta tidak lupa diiringi
dengan doa maka ia akan menjadi pintar.
Allah Swt. telah mentapkan qadha dan
qadar semua makhluk atas segala yang terjadi pada dirinya, namun manusia tidak
boleh menggantungkan diri pada takdir semata-mata, melainkan harus berusaha
terlebih dahulu, yaitu beramal baik, belajar dengan tekun, dan berusaha
disertai dengan doa kepada Allah Swt.
G.
Contoh
Qadha & Qadar
Ada seorang siswa SMPN 6 bernama Nanda Surya. Ia adalah seorang siswa
yang pintar, sudah berturut-turut ia termasuk ranking 3 besar. Ia sering
mengikuti olimpiade seperti olimpiade matematika, olimpiade fisika, dan
lain-lain.
Nanda adalah anak yang berperilaku baik dan sangat disenangi guru
& teman-temanya. Selain itu, ia adalah anak tunggal dari seorang pengusaha
wiraswasta terbesar di Indonesia.
Akhir semester ganjil di kelas IX, Nanda mendapat nilai rata-rata
9,2 dan mendapat predikat juara umum. Sehingga Nanda terpilih untuk mengikuti
lomba cerdas cermat se-provinsi.
Allah Maha Berkehendak dan Mahakuasa, 5 hari sebelum lomba cerdas
cermat, Ia terserang penyakit tumor otak. Dokter di rumah sakit dekat Nanda
tinggal, tidak sanggup mengobati penyakit Nanda. Sampai-sampai, Ia dibawa ke
Jakarta untuk diobati. Atas kehendak Allah, Nanda meninggal dunia dalam
perjalanan menuju Jakarta. Ibunya tak henti-hentinya menangis.
Cerita tersebut hanya merupakan ilustrasi bahwa apapun yang
diharapkan dan dicita-citakan manusia, Allah telah memiliki ketetapan
(qadha)-Nya. Qadha Allah menetapkan bahwa usia Nanda hanya sampai di kelas IX
SMP. Adapun serangan penyakit tumor otak yang merenggut nyawa Nanda merupakan
contoh dari qadar Allah saat menetapkan ketetapannya.
H.
Dalil
Naqli tentang Iman kepada Qadha & Qadar
1.
Firman
Allah Swt dalam Qs. Yunus [10]: ayat 107
Artinya : Dan jika
menimpakan suatu bencana kepadamu maka tidak ada yang dapat menhilangkan
kecuali Dia. Dan jika Allah menghendaki kebaikan bagi kamu maka
tidak ada yang dapat menolak karunia-Nya. Dia memberikan kebaikan kepada siapa
saja yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya. Dia Maha Pengampun, Maha
Penyayang.
2. Firman Allah Swt dalam QS. Fatir [35]: ayat 2
Artinya : Apa saja
di antara rahmat Allah yang dianugerahkan kepada manusia maka tidak ada yang
dapat menahannya; dan apa saja yang ditahan-Nya maka tidak ada yang sanggup
untuk melepaskannya setelah itu. Dan Dialah yang Maha Perkasa, Maha Bijaksana.
3. Firman Allah Swt dalam QS. Ali-Imran [3]: ayat
47
Artinya : Dia
(Allah) berfirman, “Demikianlah Allah menciptakan apa yang Dia kehendaki.
Apabila Dia hendak menetapkan sesuatu. Dia hanya berkata kepadanya, “Jadilah!”
Maka jadilah sesuatu itu.
4. Firman Allah Swt dalam QS. Furqan [25]: ayat 2
Artinya : Yang
memiliki kerajaan langit dan bumi, tidak mempunyai anak, tidak ada sekutu
bagi-Nya dalam kekuasaan (-Nya), dan Dia menciptakan segala sesuatu, lalu
menetapkan segala sesuatu, lalu menetapkan ukuran-ukurannya dengan tepat.
~~~